Jumat, 07 Maret 2014

9 Hewan Langka Indonesia Yang Terancam Punah !



Indonesia memiliki banyak jenis hewan yang hanya ada di Indonesia.contohnya,orangutan,komodo dan anoa. Kini hewan tersebut terancam punah.

Ancaman kepunahan hewan tersebut sangat memprihatikan. Jika satu jenis hewan punah,tidak akan ada jenis hewan lain yg dapat menggantikannya. Berikut ini beberapa hewan yg dilindungi dan terancam punah.

1. Orang Utan

Adakah yg pernah melihat orangutan? Orangutan hidup di hutan-hutan yg ada di sumatra & kalimantan keberadaannya mulai terancam akibat aktivitas manusia. Aktivitas seperti apakkah yg mengancam keberadaan orangutan? Orangutan banyak di buru & dirusak tempat hidupnya.

2. Komodo

Komodo adalah kadal terbesar di dunia. Komodo hanya tinggal di kepulauan Flores terutama hidup di pulau Komodo. Komodo membutuhkan 5 tahun untuk tumbuh sampai ukuran 2 meter. Komodo dapat hidup sampai 30 tahun. Komodo dapat menyerang manusia.

3. Anoa

Anoa merupakan binatang khas dari pulau sulawesi. Hewan tersebut hanya hidup di pulau sulawesi. Jumlah hewan itu terus berkurang karena tampat hidupnya terus di rusak.

4. Harimau Sumatera

Harimau sumatra merupakkan jenis harimau terakhir yg masih hidup di Indonesia. Harimau sumatra terus diburu karena meningkatnya permintaan bagian tubuhnya. Kulit harimau banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan,seperti tas,sepatu,ataupun bahan pakaian. Harimau sumatra jika terus di buru.

5. Badak Jawa

Badak jawa terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon,banten.Hewan tersebut terancam punah. Badak jawa di sebut juga badak bercula satu.

6. Kura-kura Berleher Ular ( lihat gambar diatas )

Meskipun jenis kura-kura itu baru ditemukan ,tetapi hewan tersebut sudah terancam punah. Hewan itu hanya ada di pulau Roti, Indonesia. Hewan tersebut banyak di buru untuk di jual di luar negeri.

7. Penyu Hijau

Jumlahnya semakin berkurang & terancam punah.penyebabnya adalah pantai-pantai rusak dan pemburuan liar. Hewan itu dapat di temukan di pantai pangumbahan dan Suaka Margasatwa Cikepuh,sukabumi,jawa barat.

8. Ikan Pari Hiu


Ikan pari hiu di temukan di lautan indonesia timur. Hewan itu di tangkap untuk memenuhi permintaan rumah makan. Jumlahnya sekarang semakin berkurang.

9. Ikan Gergaji Bergigi Besar

Sama dengan ikan pari hiu, Ikan gergaji bergigi besar di temukan di lautan Indonesia timur. Kondisinya pun sama, keberadaan nya pun semakin berkurang Hewan ini di manfaat kan untuk makanan.

Demikian artikel ini saya kutip dari http://artikel77.blogspot.com. Semoga teman-temanku tidak pernah acuh dan selalu perduli akan kelangsungan hidup hewan langka ini. Terima kasih.

9 Tips Mudah Mengendarai Mobil Saat Hujan Lebat

Cuaca di Indonesia, khususnya Jakarta bisa dibilang tidak menentu kadang panas dan bisa tiba-tiba hujan deras. Kondisi ini kadang membuat pengendara tidak sempat mempersiapkan diri saat hujan. Guna menavigasi jalan yang basah, ada 10 Tips mengendarai mobil saat hujan dari dealer mobil jakarta yang dapat membantu Anda mencapai tujuan dengan selamat. Mau tau apa sajakah tips itu ? silahkan cermatilah 9 tips di bawah ini yang di kutip dari http://akalgue.blogspot.com

1. Persiapkan Perjalanan Anda
Mengemudi saat hujan memerlukan perlakuan yang hati-hati terhadap alat-alat penting dalam mengemudi – stir – (clutch), rem dam pedal gas – dan kemungkinan kesalahan lain yang bisa terjadi. Saat anda memulai perjalanan dalam kondisi hujan, alas sepatu anda bisa saja basah dan licin saat menginjak pedal gas. Keringkan alas sepatu anda sebelum mulai mengemudi. Lakukan pengecekan rutin pada fungsi lampu besar, lampu samping, lampu rem dan sistim indicator bekerja dengan baik.

2. Periksa Tekanan Ban
Periksa kondisi tekanan udara dalam ban dan kedalaman alur ban secara rutin minimal seminggu sekali. Kondisi tekanan ban yang cukup dan alur ban yang masih baik akan menghindari kendaraan melayang di atas air dan tergelincir (slip) pada saat hujan. Jangan mengambil resiko dengan menggunakan ban yang sudah tipis.

3. Periksa Keadaan Mobil Anda Sebelum Bepergian
Periksalah rem, kemudi, tingkat cairan/level cairan (aki, air radiator, oli, bensin dan sebagainya), tekanan ban dan kedalaman ban, serta penghangat agar kendaraan Anda siap untuk menghadapi hujan deras.

4. Pastikan Wiper Berfungsi dengan Baik
Jika karet wiper rapuh atau rusak, lebih baik menggantinya dengan yang baru sebelum turun hujan. Hujan lebat dapat mengganggu wiper anda, air hujan yang deras akan menutup kaca depan mobil anda. Saat pendangan menjadi terbatas dan anda tidak dapat melihat bahu jalan atau kendaraan lain dengan jarak yang aman, saatnya anda untuk menepi dan menunggu hujan reda. Berhentilah pada tempat yang aman dan tepat. Bila harus berhenti di bahu jalan, berhentilah secepatnya dan tunggu hingga badai mereda. Tetap nyalakan lampu besar dan lampu hazard agar mudah terlihat kendaraan lain.

5. Kecepatan Stabil
Paculah kendaraan Anda dengan kecepatan yang stabil, sesuai kondisi jalan dengan jarak pandang yang aman.

6. Hindari Mengebut
Saat hujan turun, air akan bercampur dengan kotoran, minyak yang membuat jalan menjadi licin dan mudah tergelincir. Cara terbaik menghindarinya dengan mengemudi perlahan-lahan. Hal ini akan mempermudah ban anda menyesuaikan dengan perubahan cuaca, untuk daya cengekeram lebih baik.

7. Nyalakan Lampu Utama
Waktu debit hujan deras, jangan segan menyalakan lampu utama (day time) atau lampu kecil untuk meningkatkan kewaspadaan kendaraan di sekitar kita. Jangan menggunakan lampu hazards! Lampu ini hanya akan mengganggu pengemudi lain, apalagi kalau mau berbelok. Arah mobil tidak bisa ditebak karena sein tidak berfungsi. Lampu ini hanya digunakan dalam kondisi darurat!

8. Hindari Rem Mendadak
Sangat dianjurkan untuk menginjak rem secara perlahan-lahan. Jika anda menginjak rem hingga limit, ada kemungkinan mobil akan selip. Lebih baik jika Anda mengerem secara bertahap sebelum benar-benar berhenti.

9. Perhatikan Jarak Rem
Saat hujan, mobil membutuhkan jarak lebih panjang untuk diperlambat lajunya. Kalau biasanya butuh jarak dua detik dengan kendaraan di depan, coba kalikan dua jadi empat detik guna memperpanjang jarak rem.